Nama :
Dian Maya Puspita
NIM : 130810301116
Kelas : Sistem Informasi Akuntansi / D
Relasional
Database dan Database Sistem
Basis data (database) adalah kumpulan dari berbagai data yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya. Basis data tersimpan di perangkat keras,
serta dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak. Pendefinisian basis data
meliputi spesifikasi dari tipe data, struktur dan batasan dari data atau
informasi yang akan disimpan. Database merupakan salah satu komponen
yang penting dalam sistem informasi, karena merupakan basis dalam menyediakan
informasi pada para pengguna atau user.
Database adalah susunan record data
operasional lengkap dari suatu organisasi atau perusahaan, yang diorganisir dan
disimpan secara terintegrasi dengan menggunakan metode tertentu sehingga mampu
memenuhi informasi yang optimal yang dibutuhkan oleh para pengguna. Field adalah bagian dari table
yang merepresentasikan suatu atribut dari record yang menunjukkan suatu
item dari data, seperti misalnya nama, alamat dan lain sebagainya. Kumpulan
dari field membentuk suatu record. Record adalah kumpulan dari field
membentuk suatu record. Record menggambarkan suatu unit data individu yang
tertentu. Kumpulan dari record membentuk suatu file. File adalah kumpulan
informasi yang berhubungan dan tersimpan di dalam secondary storage,
secara konsep file mempunyai beberapa tipe ada yang bertipe Data terdiri dari
character, numeric, dan binary ada juga file yang bertipe program.
Analisis Persyaratan: Langkah pertama dalam mendesain sebuah aplikasi database
adalah memahami dan mengetahui data yang harus disimpan di dalam database,
aplikasi apa yang harus dibangun diatasnya, dan jenis operasi apa yang lebih
banyak digunakan, dan subjek untuk melakukan persyaratan yang ada. Dengan kata
lain, kita harus tahu apa yang diinginkan pengguna database tersebut. Biasanya
ini adalah sebuah proses informal yang melibatkan partisipasi kelompok
pengguna, studi tentang lingkungan pegoprasian saat ini dan bagaimana perkiraan
perubahan lingkungan tersebut, analisis dokumen yang ada dalam suatu aplikasi
yang diharapkan akan diganti atau dilengkapi oleh database, dan seterusnya.
Desain Database Konseptual: Informasi dikumpulkan pada saat analisis
persyaratan digunakan untuk mengembangkan deskripsi data tingkat tinggi yang
harus disimpan dalam database, bersama dengan batasan yang telah diketahui
untuk menetapkan penyimpanan data tersebut. Langkah ini sering dilakukan dengan
menggunkan model ER. Model ER adalah salah satu dari model data tingkat tinggi,
atau semantik, yang digunakan dalam desain database. Tujuannya adalah
menciptakan gambaran sederhana tentang data yang mirip dengan pemikiran
pengguna dan pengembang mengenai data tersebut. Hal tersebut menfasilitasi diskusi
di antara orang-orang yang terlibat dalam proses desain, bahkan mereka yang
tidak mempunyai latar belakang teknis. Pada saat yang sama, desain awal harus
akurat untuk membantu ketapatan translasi ke dalam sebuah model data yang
didukung oleh sistem database komersial (yang dalam prakteknya berarti model
relasional).
Desain Database Logika: Kita harus memilih sebuah DBMS untuk
mengimplementasikan desain database kita, dan mengubah konsep desain database
menjadi sebuah skema database dalam model data dari DBMS terpilih. Kita hanya
akan memperhatikan DBMS relasional, dan dengan demikian tugas desain logika
adalah mengubah skema ER menjadi skema database relasional.
Perbaikan Skema: Langkah keempat dalam adalah
analisis sekumpulan relasi dalam skema database relasional untuk
mengidentifikasi permasalahan yang muncul, dan memperbaikinya. Berbeda dengan analisis persyaratan dan langkah-langkah
desain konseptual, yang secara esensial bersifat subjektif, perbaikan skema
dapat dipandu oleh beberapa teori yang kuat dan bagus.
Desain Database Fisik: pada langkah
ini, mempertimbangkan
beban kerja umum yang diharapkan dapat didukung oleh database kita dan
memperbaiki desain database di masa mendatang untuk memastikan terpenuhinya
kriteria performa yang diinginkan. Langkah ini mencakup pembuatan indeks pada
beberapa tabel
dan mengelompokkan beberapa tabel, atau melibatkan desain ulang yang
substansial terhadap beberapa bagian skema database yang didapat dari langkah
pertama desain database.
Desain Aplikasi dan Keamanan: Semua proyek perangkat lunak yang melibatkan
sebuah DBMS harus mempertimbangkan aspek aplikasi yang berada di luar database
itu sendiri. Metodologi desain seperti UML mencoba menekankan desain perangkat
lunak dan siklus pengembangan yang lengkap. Secara singkat, kita harus bisa
mengidentifikasi entitas (contohnya pengguna, grup-grup pengguna, dan
bagian-bagian lain) dan proses-proses yang terlibat dalam aplikasi. Kita harus
menggambarkan peran setiap entitas dalam setiap proses yang akan direfleksikan
pada beberapa tugas aplikasi, sebagai bagian dari aliran kerja lengkap untuk
tugas tersebut.
Model basisdata adalah kumpulan dari konsepsi basisdata yang biasanya
mewakili struktur dan relasi data yang terdapat pada suatu basis data. Esensi
sebuah model basisdata adalah tempat dimana data atau suatu metodologi untuk
menyimpan data. Kita tidak dapat melihat model basisdata tetapi kita dapat
melihat algoritma yang digunakan oleh model basisdata tersebut.
Ada 2 macam model basis data :
1. Model konseptual
Model konseptual terfokus kepada representasi basis
data secara alam logika. Model ini lebih memperhatikan tetang apa yang disajikan dibanding dengan bagaimana cara menyajikannya.
2. Model Implementasi
Ditekankan pada Bagaimana cara data disajikan pada basis data atau Bagaimana struktur data
diimplementasikan.
Dari konsep Model basisdata implementasi terdapat
beberapa konsep basisdata yang berkembang antara lain :
Model
basisdata hierarki (hierarchical
database)
Sistem
basisdata hierarki merupakan konsep model basisdata yang tertua, tidak ada
kepastian kapan konsep ini mulai digunakan. Model ini berupa suaty tree dengan
relasi Parent Child Relationships
dengan hubungan satu-banyak (1-N).
Struktur dasar basisdata hierarki :
1.
Kumpulan record-record yang secara logika terorganisir
seperti struktur pohon dari atas ke bawah (berbentuk hirarki). Model ini banyak
digunakan pada saat awal komputer database mainframe. Sistem ini banyak
digunakan pada tahun 50-an dan 60-an, yang banyak digunakan oleh bank dan
lembaga asuransi pada masa itu.
2.
Lapisan paling atas bertindak sebagai induk/root dari
segmen yang tepat berada di bawahnya dan lapisan bawah tidak bisa memiliki
lebih dari satu root.
3.
Segmen yang berada di bawah dari suatu segmen lainnya
merupakan anak dari segmen yang ada di atasnya.
4.
Struktur pohon mewakili urutan hierarki dari media
penyimpan pada komputer.
Keuntungan :
·
Secara konseptual model basisdata ini sederhana.
·
Keamanan basisdata lebih baik.
·
Kebebasan data
·
Integritas data dalam satu tree lebih baik
·
Basisdata skala besar lebih efisien
Kerugian :
§ Sistem lebih
rumit
§ Kekurangan
pada kebebasan struktural
Model basisdata jaringan (Network database)
Model basisdata ini dikemukakan pada tahun 1969 oleh CODASYL consorsium. Pada prinsipnya model basisdata jaringan
hampir sama dengan basisdata hierarki yaitu berupa model tree, akan tetapi pada
model basisdata jaringan child
dapat memiliki lebih dari satu parent.
Struktur data basisdata jaringan :
v Set - Sebuah hubungan disebut set. Setiap set terdiri
dari paling tidak dua macam record : satu record pemilik (induk) dan satu
record anggota (anak).
v Satu set
mewakili satu hubungan 1:M antara pemilik dan anggota.
Model
Basisdata Relasional
Model basisdata relasional merupakan model basisdata yang dirancang agar
memiliki konsistensi informasi dalam bentuk normalisasi database. Yang secara
implementatif dan operasional dikendalikan oleh mesin Database Managemen System
(DBMS).
Struktur dasar basisdata relasional
:
a.
Relasional Database Management System beroperasi pada
lingkungan logika manusia.
b.
Basisdata relasional diasumsikan sebagai sekumpulan
tabel-tabel.
c.
Setiap tabel terdiri dari serangkaian per-potongan
baris/kolom.
d.
Tabel-tabel (atau relasi) terhubung satu dengan
lainnya menggunakan entitas tertentu yang digunakan secara bersama.
e.
Tipe hubungan seringkali ditunjukkan dalam suatu skema.
f.
Setiap tabel menghasilkan data yang lengkap dan
kebebasan structural.
Keuntungan model data entity relationship :
a.
Secara konseptual sangat sederhana.
b.
Gambaran secara visual.
c.
Alat bantu komunikasi lebih efektif.
d.
Terintegrasi dengan model basis data relasional.
Kerugian model entity relationship :
a.
Gambaran aturan-aturan terbatas.
b.
Gambaran relasi terbatas.
c.
Tidak ada bahasa untuk memanipulasi data.
d.
Kehilangan isi informasi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar